Utama

Minggu, 30 Agustus 2009

Shodaqoh Membawa Berkah

Salah satu amal shalih yang sangat dianjurkan sebagai ibadah utama di bulan Ramadhan ialah bersedekah. Tapi tentu saja, sebagaimana berakhlaq mulia, bersedekah juga semestinya tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan, melainkan selamanya.

Sedekah merupakan bagian dari upaya tadzkiyyatun nafs, membersihkan pribadi, baik lahir maupun batin. Jika hati bersih, rahmat Allah SWT mudah menghampiri. Sebab, Allah itu suci, hanya berdekatan dengan yang serba suci.

Dalam Al-Quran, sedekah disebutkan sebagai salah satu ibadah yang utama. Bahkan dalam kitab suci itu kalimat perintah Allah untuk bersedekah menggunakan huruf waw ‘athaf, yang biasa digunakan sebagai kata-kata sumpah. Misalnya, Wallahi, demi Allah. Dengan demikian, sedekah merupakan perintah yang sangat mengikat dan sangat penting.

Begitu pentingnya sedekah, sehingga dalam Al-Quran terdapat banyak perintah mengenai amalan utama itu. Misalnya dalam surah Ibrahim ayat 31, “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual-beli dan persahabatan.”

Konsep sedekah sesungguhnya tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian materi. Sebab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Setiap amal yang baik adalah sedekah.” Maka, sedekah sesungguhnya identik dengan amal kebajikan. Bahkan, sabda Rasulullah SAW lagi, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”



Mengapa sedekah sangat dianjurkan? Barangkali karena sifat alamiah manusia yang memang sangat sulit berbagi, apalagi menjadi dermawan. Lho, mengapa enggan memberi? Karena sebagian orang berpikir bahwa, dengan memberi, harta miliknya akan berkurang. Atau, barangkali mereka berpikir, jangankan untuk orang lain, untuk diri sendiri saja masih kurang.

Itu sebabnya banyak orang berpikir, sebaiknya menunggu sampai harta cukup dulu, baru kemudian bersedekah. Padahal, dalam praktek, harta yang dikumpulkan itu malah tidak pernah cukup, selalu saja kurang, sehingga sedekah pun tertunda.

Dalam masyarakat, banyak kita jumpai orang yang hidupnya telah mapan, bahkan kaya raya, tapi tetap saja kikir, pelit, bakhil. Bahkan semakin kaya semakin bakhil, sehingga semakin hari semakin merasa kurang saja. Karena merasa selalu kekurangan, ia pun enggan bersedekah. Padahal, menurut Al-Quran, kalau kita ingin dicukupkan rezeki oleh Allah SWT, haruslah bersedia berbagi.

EMPAT KEUTAMAAN

Sedemikian penting dan utamanya bersedekah, sehingga kita dianjurkan menunaikannya sebagai inisiatif, bukan atas permintaan. Sangat utama ditunaikan di depan, bukan setelah ada sisa dari suatu harta. Juga jangan diberikan setelah melaksanakan suatu perbuatan, karena hal itu bukan sedekah, melainkan syukuran.

Jika sedekah disampaikan di depan, sebagai inisiatif, akan “mengundang” kekuasaan Allah, yang berjanji melipatgandakan “pengganti” sedekah sampai 700 kali. Simak surah Al-Baqarah ayat 261, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah itu, (sedekah-Nya) serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, setiap bulir (terdapat) seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.”

Yakin bahwa Allah tak mungkin ingkar janji, seorang sufi menjadi sangat dermawan. Dan justru karena sangat dermawan itulah ia tak pernah kekurangan, bahkan sahabatnya semakin bertambah dan ia semakin dicintai orang. Ada pula ulama yang, karena sedang sangat membutuhkan dana, malah memperbanyak bersedekah. Dan hasilnya, Allah melipatgandakan pengganti sedekah yang telah ia keluarkan.

Bagi seorang mukmin, hidup di dunia merupakan kesempatan yang baik untuk bersedekah, sebagai upaya untuk membangun solidaritas antarmanusia. Sebuah prinsip yang kelihatannya sangat sederhana dan “aneh”: mumpung masih hidup, kita harus bersedekah. Lho, mengapa? Sebab, firman Allah, di hari kiamat kelak tak seorang pun yang bersedia menerima sedekah lagi. Sebab, semua orang terlalu sibuk degan urusan masing-masing.

Apa sebenarnya keutamaan sedekah? Menurut Rasulullah SAW, ada empat keutamaan. Pertama, sedekah justru mengundang rezeki. Semakin banyak bersedekah, semakin banyak rezeki melimpah. “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”, sabda Rasulullah.

Kedua, sedekah bisa menyembuhkan penyakit. Karena sedekah dapat membersihkan hati dan pikiran, dampaknya secara psikologis dapat pula membantu penyembuhan, berkat ridha Allah SWT. Selain itu, Allah menjanjikan melipatgandakan ganjaran sedekah hingga 700 kali lipat. Dengan bersedekah Rp.100.000,- misalnya, bukan tak mungkin akan kembali Rp.70.000.000. Dan dengan uang itulah si sakit membiayi proses penyembuhannya.

Ketiga, sedekah dapat menolak bala, menahan musibah, menghilangkan kesulitan. Sabda Rasulullah, “Jika seseorang ingin dihilangkan kesulitannya, diringankan bebannya, ditolong atas semua permasalahannya, dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita, lebih bermasalah. Dan bersedekah merupakan upaya terbaik untuk membantu orang lain.” Sabda Rasulullah SAW lagi, “Bersegeralah bersedekah. Sebab, musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.”

Keempat, sedekah dapat memanjangkan umur. Dengan bersedekah, kehidupan kita akan dipenuhi kebajikan. Selalu tumbuh kepuasan batin dan merasa lebih berbahagia, karena dapat membantu orang lain, dan semakin dicintai para sahabat. Dengan kebajikan, hidup menjadi lebih berkualitas.

Menurut Imam Ghazali, jika orang sudah benar-benar menyadari akan jadi dirinya, tahu perannya sebagai makhluk sosial, dialah muslim yang baik. Dan muslim yang baik ialah mereka yang gemar bersedekah. Cukup banyak kisah tentag muslim yang baik, yang gemar bersedekah, yang kemudian hidupnya berubah. Misalnya, yang dikisahkan oleh Ustad Yusuf Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Wisata Hati di Bulak Santri, Ciledug, Tangerang.

Alkisah, pada 2003, seorang pedagang bubur ayam di semarang, Jawa Tengah, ingin sekali memberangkatkan ibunya pergi menunaikan ibadah haji. Demi mewujudkan niat tersebut, ia membuka rekening khusus untuk tabungan haji. Tapi, setelah dua tahun menabung, uang yang terkumpul baru mencapai Rp.5 juta, padahal tarif ONH waktu itu sekitar Rp.25 juta.

Karena memang berniat baik, dan gemar membagikan bubur ayam kepada fakir miskin, Allah berkehendak menolongnya. Tak lama kemudian, tak disangka-sangka, ia memenangkan program undian berhadiah mobil mewah seharga hampir Rp.500 juta di Bank Mandiri tempat ia menabung. Karena tak sanggup membayar pajak, mobil itu ia jual kepada seorang hartawan.

Ajaib, mobil tersebut di beli dengan harga setengah miliar rupiah. Berarti Allah melipatgandakan tabungannya hingga 100 kali lipat. Walhasil, bukan hanya sang ibu tercinta yang pergi haji, si tukang bubur beserta istrinya pun berziarah ke Tanah Suci. Dan pulangnya menjadi tukang bubur yang kaya raya.

Kisah berikut mengenai seorang pedagang yang punya utang Rp.30 juta. Suatu hari ia dianjurkan oleh seorang ustad untuk bersedekah, padahal ia tak punya apa-apa lagi. Sang ustadz malah menganjurkan menjual satu-satunya harta yang masih dimilikinya, sebuah motor vespa, dan uangnya disedekahkan. Si pedagang menuruti nasihat itu. Baru saja berniat hendak menjual vespa, abangnya di swiss mengirim SMS, mengabarkan baru saja mentransfer uang Rp.30 juta.

Seorang insinyur punya utang Rp.2 milliar. Ia bingung. Suatu hari ia menemui seorang ustadz, dan ia dianjurkan untuk bersedekah. Padahal, ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Namun ustadz itu melihat, ia masih punya sebuah arloji yang bisa dijual dan uangnya disedekahkan. Insinyur itu pun menurut, menyedekahkan satu-satunya arloji yang ia beli di Singapura senilai $S 3.000 (27 juta) itu dengan ikhlas.

Tiga hari kemudian, ia mendapat proyek pembangunan senilai Rp. 5 miliar dan dibayar kontan di muka. Padahal, pembayaran lazimnya dilakukan setelah proyek selesai. Akhirnya, ia bisa melunasi utangnya yang Rp.2 milliar, dan menyedekahkan lagi uang sebanyak 1 miliar.

Kisah seorang sopir di bawah ini juga menarik. Ia tidak bisa membiayai hidup keluarganya hanya dengan gaji Rp.800.000. Maklum, ia harus menanggung satu istri dan lima anak. Suatu hari ia menceritakan kesulitan hidupnya kepada seorang ustadz.

Sang ustadz balik bertanya, “Bapak sudah bersyukur belum?”

Sopir itu menjawab sudah bersyukur, karena masih bisa bekerja. “Sebenarnya saya tidak ingin mengeluh, tapi kebutuhan saya tidak tercukupi, apalagi anak-anak bertambah besar”, katanya.

Menanggapi keluhan itu, sang ustadz menjelaskan, jika rasa syukur tidak diwujudkan dengan berbagi, bersedekah, belum menghasilkan perubahan. Karena itu ia menyarankan agar pak sopir bersedekah.

Mendengar penjelasan tersebut si sopir berkata, “Bagaimana mungkin bersedekah, uang yang ada saja masih kurang.”

Dengan tenang ustadz itu menjawab, “Lebih baik Bapak coba dulu, keluarkanlah sedekah. Inya Allah, Allah SWT akan mencukupi kebutuhan Bapak.”

Tak lama kemudian sopir itu menyedekahkan Rp.100 ribu. Seminggu kemudian, ia diajak majikannya ke luar kota untuk urusan bisnis. Ternyata bisnis majikannya sukses, dan sopir itu mendapat bagian Rp.1 juta.

Masih ada kisah mengenai keberkahan sedekah yang dialami seseorang marbot masjid. Ketika ia sedang asyik membersihkan masjid, tiba-tiba datang seorang ibu minta uang Rp.10 ribu untuk ongkos pulang. Si marbot punya Rp.15 ribu, dan langsung menyerahkannya kepada ibu yang sangat membutuhkan itu. Seminggu kemudian, ia mendapatkan sumbangan uang dari para jamaah, khusus untuk si marbot. Setelah dihitung, jumlahnya mencapai Rp.1.5 juta.

Sekitar tahun 1980, seorang pedagang gorengan di jakarta, selama tiga hari melihat seorang bocah laki-laki lusuh berlalu-lalang dengan wajah sedih di depan gerobak dagangannya. Dia tahu, anak itu menginginkan sepotong-dua potong gorengannya secara gratis. Karena tidak berani minta, ia hanya memandang gerobak gorengan itu dari kejauhan.

Pada hari keempat, pedagang gorengan itu menyisakan sepotong buntut singkong goreng yang biasanya tidak dijual. Dipanggilnya bocah itu sambil mengacung-acungkan sepotong singkong kecil itu. Tak menunggu lama, si bocah lansung berlari menyambar singkong itu seraya berucap, “Terima kasih, bang.” Matanya berbinar, tapi senyumnya terkembang.

Dua puluh empat tahun kemudian, tukang gorengan itu masih berjualan di tempat yang sama. Suatu hari sebuah mobil mewah berhenti di depan gerobaknya yang diparkir di tengah perkampungan kumuh. Penumpangnya, seorang pria muda berpenampilan wah, menghampiri pedagang gorengan itu. Ketika berhadapan, si pedagang gorengan seperti tak peduli. Tapi ia bingung ketika si pemuda perlente itu mendadak berucap, “Bang, ada buntut singkong?”

“Kagak ada, Mas! Buntut singkong mah dibuang. Kenapa kagak beli yang lain aja? Noh, ada pisang sama singkong goreng”, ujar si pedagang gorengan itu.

“Saya kangen ama buntut singkongnya, Bang. Dulu, Abang kan pernah ngasih saya buntut singkong goreng,” jawab pemuda itu, tersenyum

“Dulu, ketika saya masih kecil, dan ayah saya baru saja wafat, tidak ada yang membiayai hidup saya. Temen-temen mengejek karena saya tidak bisa jajan. Selama empat hari saya berlalu-lalang di depan gerobak Abang ini, sampai Abang memanggil saya memberi sepotong buntut singkong goreng yang langsung saya sambar,” tuturnya.

Si pedagang gorengan terperangah. Dia tidak mengira sepotong buntut singkong, yang biasanya dibuang, bisa membuat pemuda itu mendatanginya dengan keadaan yang benar-benar berbeda. Si pedagang akhirnya ingat pada wajah yang pernah dikenalnya 24 tahun silam. “Yang saya beri dulu kan cuma buntut singkong. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya pedagang itu penasaran.

“Abang tidak sekadar memberi saya buntut singkong, tapi juga kebahagiaan,” papar si pemuda itu, lalu bercerita bahwa sesaat setelah menyambar singkong itu dia langsung memamerkannya kepada teman-temannya, ingin membuktikan bahwa dia masih bisa jajan. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya itu membuatnya sangat bahagia sehingga ia berjanji suatu saat akan membalas budi baik pedagang gorengan itu.

“Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Abang. Tapi, saya ingin memberangkatkan Abang berhaji. Semoga Abang bahagia”, ujar si pemuda. Pedagang gorengan itu hampir-hampir tidak percaya. Dua puluh empat tahun silam ia telah membahagiakan seorang anak yatim. Maka Allah pun membalas amal shalihnya itu, sebab ayahanda semua anak yatim adalah Rasulullah SAW.

Ada lagi kisah seorang pasien yang menurut dokter sudah tak punya harapan hidup lagi. Menyadari nasib buruknya itu, si pasien berusaha membuat sisa umurnya yang tinggal sedikit untuk beramal shalih.

Ia mengumpulkan delapan bayi yatim yang masih merah, merawatnya dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang. Ketika saat-saat terakhirnya (menurut perkiraan dokter) sudah tiba, anehnya ia justru lebih sehat. Bahkan sampai kini ia masih hidup. Malah, antara lain, ia menjadi ketua grup senam beranggotakan 2.000 orang. Bayi-bayi yang dirawatnya pun sudah dewasa, bahkan sudah ada yang menikah. Allahu akbar!

Percaya atau tidak, sedekah ternyata juga dapat mempermudah seseorang mendapatkan jodoh. Ini kisah tentang seorang wanita berusia 30-an tahun yang sulit mendapat jodoh, tapi tiba-tiba dilamar empat pria. Sebagai muslimah yang baik, ia berserah diri kepada Allah SWT, dan satu-satunya tempat curhat adalah kakeknya. Sang kakek pun menyarankan agar ia rajin bersedekah.

Ia lalu datang ke sebuah masjid yang sedang dalam tahap pembangunan, minta perincian harga empat macam bahan material yang sedang dibutuhkan oleh panitia pembangunan. Maka ia pun menyerahkan uang sejumlah harga untuk membeli bahan material yang dibutuhkan. Beberapa waktu setelah itu, datanglah seorang duda berniat mempersuntingnya, tapi ayahnya tidak setuju.

Di hari yang lain bertandanglah seorang pemasok berbagai jenis barang, juga berniat untuk melamarnya, tapi kali ini ibunya tidak setuju.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pria ingin mempersuntingnya, tetapi keburu pria itu dijodohkan dengan sepupunya, hingga urunglah niatnya untuk melamar si wanita idaman.

Di lain waktu, ia diperkenalkan dengan seorang pemuda dalam sebuah acara di masjid. Hari demi hari berlalu, hubungan mereka semakin dekat, dan si pemuda pun bermaksud melamarnya. Agar hati lebih mantap, wanita itu menunaikan shalat Istikharah, mohon petunjuk kepada Allah SWT. Kemudian ia bermimpi melihat matahari terbit, dan ternyata pemuda itulah jodohnya.

Lihatlah isyarat yang semula tak tampak tapi belakangan kelihatan jelas, empat macam sumbangan untuk pembangunan masjid agaknya isyarat empat pria yang datang melamar. Namun, sang wanita tetap menyerahkan pilihannya kepada Allah, Sang Pemberi Jodoh. Dan mimpi tentang matahari terbit itu ternyata jadi kenyataan: calon suami wanita itu bernama Syamsul Falah, si matahari kemenangan.

Jangan heran jika sedekah juga mampu mengembalikan suami yang hilang. Suatu hari, seorang ibu menerima kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan, dan ia harus membayar biaya perawatan sampai puluhan juta rupiah. Padahal ia tak punya harta yang nilainya sebanyak itu.Tapi, ketika ia menjenguk ke rumah sakit, ternyata suaminya raib. Setahun sudah suaminya hilang.

Suatu hari ibu tersebut mengadukan halnya kepada seorang ustadz, yang menyarankannya untuk bersedekah. Tapi, si ibu bilang tak punya harta apa-apa, dan untuk makan saja sulit.Tiba-tiba, ustadz itu melihat sebentuk cincin yang melingkar di jari manisnya. “Cincin itu juga bisa disedekahkan”, ujar ustadz itu.

“Tidak mungkin. Ini satu-satunya benda peninggalan suami saya,” katanya.

“Lho, justru itu. Nilai sedekah akan sangat tinggi bila yang disedekahkan adalah benda yang sangat dicintai,” kata ustadz itu lagi. Akhirnya, ia menjual cincin tersebut dan menyedekahkannya ke sebuah yayasan yatim piatu. Setelah itu, dengan langkah ringan ia pun pulang. Dari kejauhan rumahnya tampak sepi. Biasanya setiap sore anak-anaknya bermain di halaman.

Ketika ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam seperti kebiasaannya, mendadak ia terperanjat. Begitu pintu terbuka, yang tampak adalah wajah suaminya. Orang yang selama setahun hilang, tiba-tiba kembali pulang, entah dari mana, Sub-hanallah!

Bahwa sedekah bisa menolak mara bahaya, ikuti kisah-kisah ini. Suatu pagi, seorang ustads di Tangerang bersedekah kepada rekannya sesama ustadz. Menjelang sore, ustadz itu pergi ke Gunung Putri, Bogor, hendak mengajar. Di jalan tol, tiba-tiba mobilnya bertabrakan dengan mobil lain, tapi alhamdulillah ia selamat. Sang ustadz tidak heran, karena itu pasti kehendak Allah. Ia berkata dalam hati, “Mungkin karena tadi pagi saya sudah bersedekah.”

Seorang ibu selamat dari bencana tsunami di Aceh beberapa waktu lalu. Sebelum bencana, dia dan seluruh warga bergotong royong membangun masjid yang belum beratap, berpintu, dan berjendela. Ketika bencana tiba, seluruh warga selamat karena berlindung di dalam masjid yang mereka bangun.

Banyak hikmah berharga yang bisa dipetik dari kisah-kisah di muka. Kata Ustadz Yusuf Mansur, “Kalau mau rezeki dicukupkan oleh Allah, kita harus mau berbagi. Dengan jalan bersedekah. Siapa yang membutuhkan pertolongan dan kemudahan dari Allah, berbagi menjadi sebuah keharusan. Sebab, Allah akan membantu hamba-Nya jika ia mau membantu orang lain.”

Apalagi Allah juga berjanji akan mengabulkan permintaan yang keluar dari mulut orang yang tangannya rajin memberi. Sang Maha Pemurah selalu punya cara untuk melimpahkan rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Berkah sedekah hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersedekah. Tapi, ia juga harus ikhlas. Akibat yang baik selalu berawal dari perbuatan baik.

Jika kita mengabaikannya, boleh jadi harta karunia Allah itu akan ditarik kembali. Kalau tidak ditarik kembali, bisa jadi pemiliknya akan kehilangan rasa menikmati. Memiliki harta berlimpah, tapi tergolek tak berdaya di tempat tidur, terkena stroke, hingga kaki dan tangan lumpuh, apa gunanya. Atau terkena penyakit gula, asam urat, kolesterol.

“Karena itu, janganlah kikir dalam bersedekah. Kekayaan yang ditimbun hanya akan menjadi beban di hari kiamat. Allah sudah memperingatkan, kekayaan yang ditimbun dengan sikap kikir akan dikalungkan di leher pemiliknya”, ujar Ustadz Yusuf Mansur lagi. Ia kemudian mengutip sebuah hadist qudsi, “Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya.”
READ MORE - Shodaqoh Membawa Berkah

Jumat, 28 Agustus 2009

Quantum Learner: Fokuskan Energimu, Dapatkan yang Kamu Inginkan


Judul : Quantum Learner
Penulis : Bobbi De Potter
Penerbit : Kaifa (Mizan Grup)
Jumlah Halaman : 108
Harga : Rp 23.000,-
ISBN : 978-979-1284-24-0




Merasa sesuatu “salah” di sekolah atau hidupmu?

Padahal sudah belajar keras, waktu menjalani ujian/ulangan tetap mengalami kesulitan?

Ingin lebih dihargai oleh teman, ortu, atau guru, tapi ga tau caranya?

Ingin lebih mandiri atau mengubah pandangan orang terhadap diri sendiri, tapi ga tau gimana?


Dengan menjadi Quantum Learner, kamu akan bisa mengatur energi, sikap, rencana, dan tindakanmu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kamu bisa mengubah semua kesempatan menjadi pembelajaran dan membuat pembelajaran itu sebagai pengalaman sukses. Dan, semua itu ada di kendalimu sehingga kamu mengetahui bagaimana kamu bisa:

- belajar lebih cepat

- mengerjakan tes dengan baik

- belajar tanpa stres!

Di dalam salah satu buku Seri Quantum ini ini kamu akan mendapatkan cara yang sangat luar biasa agar bisa belajar dengan sangat cepat. Bagaimana sikap kita akan sangat mempengaruhi cara dan hasil belajar yang kita lakukan. Di dalam buku ini juga kamu akan mempelajari apa itu kecerdasan dan segala macam tentang kecerdasan itu sendiri dan tentu saja kita nanti akan melihat cara belajar apa yang sangat cocok untuk kita.

Pertama kali saya melihat buku ini, saya langsung tertarik untuk membaca dan membelinya. selain covernya yang sangat berwarna-warni saya pula meilhat rangkuman isi buku yang sangat memikat dan juga penulis yang memang sangat luar biasa dan sangat kompeten dalam sistem belajar cepat, yaitu Bobbi De Potter. Setelah membaca buku ini dan menggabungkan dengan seri buku Quantum lainnya (yang akan sejelaskan dalam postingan berikutnya), saya yang awalnya tidak yakin akan berhasil, akhirnya percaya dan telah melihat sendiri hasil yang bisa didapatkan.

Jadi, tidak ada ruginya untuk memiliki buku ini sebagai salah satu koleksi buku anda di rumah. Toh, ini buku berkualitas yang akan sangat anda butuhkan bahkan bagi putra-putri anda.
READ MORE - Quantum Learner: Fokuskan Energimu, Dapatkan yang Kamu Inginkan

Rabu, 26 Agustus 2009

Optimasi Firefox dengan Firefox Ultimate Optimizer 2009


wah, dah lama rasanya g nulis lagi...
kali ini saya akan memberikan penjelasan yang luar biasa tentang sebuah program yang dapat mengoptimalisasi kinerja browser, khususnya mozilla firefox..
nama program tersebut adalah Firefox Ultimate Optimizer 2009.

Firefox Ultimate Optimizer 2009 ini adalah aplikasi yang bisa anda gunakan untuk mengoptimasidan memaksimalkan kerja browsermozilla firefox anda. dengan Firefox Ultimate Optimizer 2009 anda bisa memanfaatkan fitur browser mozilla firefox anda dengan lebih maksimal dan anda bisa berinternet dengan lebih optimal.

Firefox Ultimate Optimizer 2009 akan membuat browser mozilla firefox anda teroptimasi. Firefox Ultimate Optimizer 2009 akan mengurangi penggunaan memori oleh mozilla firefox sehingga mozilla firefox anda menjadi lebih ringan. Mozilla firefox bisa menggunakan memori RAm hingga 40 mb saat digunakan untuk membuka satu homepage. Namun dengan Firefox Ultimate Optimizer 2009, firefox anda akan teroptimasi dan mengurangi penggunaan resource memori anda hingga menjadi 188 kilobyte tanpa mengurangi fitur mozilla firefox. Bahkan dengan Firefox Ultimate Optimizer 2009 anda bisa memaksimalkan fitur dan kerja dari mozilla firefox sehingga browsing dan download bisa berlangsung dengan lebih cepat daripada menggunakan mozilla firefox yang belum dioptimasi dengan Firefox Ultimate Optimizer 2009.

Selamat Mencoba :p

klik disini untuk mendownload Firefox Ultimate Optimizer 2009
READ MORE - Optimasi Firefox dengan Firefox Ultimate Optimizer 2009

Rabu, 19 Agustus 2009

MUSIK BAROK (BAROQUE) - Cara Quantum Memadukan Otak Kiri dan Kanan

Sepanjang sejarah manusia, musik selalu menjadi bagian yang tak pernah lepas dari kehidupan. Peristiwa penting selalu datang dengan melodinya, nyanyian, pukulan, petikan, dan tiupan alat musik. Dalam segala macam peristiwa pendidikan, musik selalu hadir untuk menemani para insan.

Namun kebudayaan industri barat, telah memutuskan tali hubungan antara musik dan pembelajaran. Kita masih dapat melihat musik yang dipadukan dengan pendidikan pada usia anak-anak, tetapi bagi dewasa, pembeajaran lebih ditekankan pada kata-kata semata tanpa adanya musik, ataupun alunan nada-nada. Itu disayangkan karena musik dan pembelajaran sangat terkait.


Manfaat musik


Musik tidak harus selalu ada agar pembelajaran dapat berlangsung, tentu saja, namun musik dapat meningkatkan pembelajaran dengan berbagai cara. Anda dapat menggunakan musik untuk :

· Menghangatkan, dan memberdayakan lingkungan belajar.

· Membuat pikiran tenang dan terbuka untuk belajar.

· Menciptakan persaan dan asosiatif positif.

· Menciptakan “peningkatan” di otak.

· Mendorong pembelajaran multi-indra.

· Membantu mempercepat dan meningkatkan proses belajar.


Ada teori yang mengatakan bahwa dalam situasi otak kiri sedang bekerja, seperti mempelajari materi baru, musik akan membangkitkan reaksi otak kanan yang intuitif dan kreatif sehingga masukkanya dapat dipadukan dengan keseluruhan proses. Adalah otak kanan yang cenderung terganggu selama rapat, kuliah, dan semacamnya, yang merupakan penyebab mengapa anda kadang-kadang melamun dan memperhatikan pemandangan ketika anda berniat berkonsentrasi. Memasang musik adalah cara efektif untuk menyibukkan otak kanan anda ketika sedang berkonsentrasi pada aktivitas-aktivitas otak kiri.


Jenis musik apa yang paling baik?


Musik barok dan musik klasik lainnya merupakan pilihan yang bagus unutk berbagai situasi dan bagi banyak pendengar. Berikut ini merupakan beberapa contoh musik yang baik dipakai saat belajar.

· Beethoven, concerto untuk biola dan orkestra dalam D major, Op. 61

· Corelli, Concerto Grossi, Op. 6. No. 2, 8, 5, 9.

· Tchaikovsky, concerto no. 1 dalam B mol minor untuk piano dan Orkestra.

· Mozart, concerto untuk bioa dan orchestra, konser no. 7 dalam D major

· J. S. Bach, Fantasy dalam G major, Fantasy dalam Cminor and Trio dalam D minor

· Corelli, Concerti Grossi, Op. 4, No. 10, 11, 12

· Beethoven, concerto no.5 dalam E mol mayor untuk Piano dan Orkestra, Op. 73 (“Emperor”)

· Vivaldi, Five Concertos Flute untuk dan chamber orchestra.

· Mozart, Piano Concerto No.21 (K467)

· J. S. Bach, Air on a G string

· Mozart, Eine Kleine Nachtmusik

· Mouret, Fanfaret

· Mozart, Concerto for two pianos (K365)




Kepustakaan :

- Meier Dave, The Accelerated learning HandBook

- De Potter Bobbi, Quantum learning

- The learning revolution (bagian 1)

READ MORE - MUSIK BAROK (BAROQUE) - Cara Quantum Memadukan Otak Kiri dan Kanan

Sabtu, 15 Agustus 2009

Lomba Menulis Cerpen Girlie Zone 2009 Piala MENPORA

Deadline: 12 September 2009

Ketentuan Umum

  1. Peserta tak terbatas, warga Negara Indonesia atau luar negeri.
  2. Usia dan jenis kelamin bebas.
  3. Tema tentang dunia remaja, lebih disukai yang mengandung nilai-nilai motivasi berprestasi, pencerahan atau nilai-nilai kemanusiaan, persahabatan dan persaudaraan.

Ketentuan Khusus

  1. Naskah diketik komputer (atau ditulis tangan dengan jelas) dengan spasi 1,5; font 12; sepanjang 5-12 halaman kuarto.
  2. Naskah dikirimkan rangkap 3.
  3. Dilampiri dengan formulir pendaftaran lomba yang didapatkan di majalah Girliezone edisi 3 hingga 7 (Formulir harus asli).
  4. Disertai kartu identitas yang masih berlaku.
  5. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu cerpen, masing-masing cerpen 1 formulir pendaftaran asli.
  6. Naskah ditunggu selambat-lambatnya 12 September 2009 (cap pos)
  7. Naskah dikirim ke redaksi Girlie Zone (Indiva Media Kreasi). Jl Apel II/No 30, Jajar, Laweyan, Surakarta.
  8. Pengumuman juara akan dimuat di majalah Girlien Zone edisi 9
  9. Nama penulis tidak boleh dicantumkan dalam naskah cerpen atau dilampirkan dalam kertas tersendiri beserta biodata lengkap
  10. Content/isi naskah tidak boleh mengandung unsur pornografi ataupun SARA

Hadiah
Juara 1 :
Rp 1.000.000 + paket sponsor + piala menpora + piagam + langganan Girliezone selama 6 edisi

Juara 2 :
Rp 750.000 + paket sponsor + piala menpora + piagam + langganan Girliezone selama 6 edisi

Juara 3 :
Rp 500.000 + paket sponsor + piala menpora + piagam + langganan Girliezone selama 6 edisi

Naskah yang tidak menjadi juara namun memenuhi kriteria akan dimuat di majalah Girliezone dengan honor seperti biasa.

READ MORE - Lomba Menulis Cerpen Girlie Zone 2009 Piala MENPORA

Lomba Menulis - Bangga Sebagai Bangsa Indonesia


Indonesia kini berusia 64 tahun. Telah banyak peristiwa dialami sebagai bangsa yang terus membangun ini. Bom JW Marriott, bom bali dan carut-marutnya dalam belajar berdemokrasi.

Namun sebagai orang indonesia, kita tetap bangga karena Indonesia mempunyai pulau-pulau eksotik yang keunikan budayanya tak ada duanya di dunia.

Pada ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia itu, Blogdetik mengadakan lomba penulisan bertema "Bangga sebagai bangsa Indonesia". Hadiah yang bisa diperoleh adalah Blackberry, kamera digital dan juga merchandise dari blogdetik.

SYARAT PESERTA :

  1. Tulisan menceritakan mengenai indonesia dari sudut pandang personal. Bisa menceritakan kecintaan mengenai suatu peristiwa, atau budaya atau produk yang membanggakan.
    Atau bisa juga menceritakan kecintaan Anda ketika ikut merayakan pesta tujuh belasan, atau menyikapi kondisi indonesia zaman dulu sampai sekarang.
  2. Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
  3. Peserta wajib memasang banner "merah putih indonesiaku" sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste kode di link berikut ini ke widget anda.
    Cara Pasang Banner bisa di klik
    di sini.
  4. Memakai tag "merah putih indonesiaku di blogdetik" pada postingan
  5. Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
  6. Peserta khusus menggunakan blogdetik.com (bagi yang belum mempunyai blogdetik silakan klik di sini
  7. Tidak berlaku untuk keluarga besar Detikcom dan seluruh karyawannya

CARA MENGIRIMKAN TULISAN:

  1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke emailadminblog@detik.com dengan Subject: merah putih indonesiaku
  2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
    * Nama
    * Alamat
    * Nomor telepon
  3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

KRITERIA PENJURIAN:

  1. Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba
  2. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan di blogdetik pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
  3. Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto
  4. Artikel yang diikutsertakan wajib menggunakan bahasa Indonesia.
  5. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.
  6. Banyaknya jumlah komentar

Periode Lomba : 3 Agustus – 3 September 2009
Pengumuman Pemenang : 11 September 2009

READ MORE - Lomba Menulis - Bangga Sebagai Bangsa Indonesia

Kontes Suara Konsumen Bank 2009

Kegiatan Kontes Suara Konsumen ini merupakan kegiatan dari Perbankan Nasional yang diselenggarakan oleh Tim Kelompok Kerja (POKJA) Edukasi Masyarakat di Bidang Perbankan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk & jasa Bank serta kesadaran hak dan kewajibannya sebagai nasabah. Mengadakan Kontes Suara Konsumen dengan Tema : “Aku dan Bank”.

Tujuan dan Manfaat

Mengetahui seberapa besar pemahaman masyarakat terhadap produk /Jasa Bank & LPS
Sarana mengekspresikan pemikiran dan pendapat masyarakat tentang Bank
Memberikan masukan ke Bank terhadap pelayanan selama ini sehingga dapat memperbaiki produk & jasa yang ditawarkan

Tema “Aku dan Bank” – voice of customer (suara konsumen) mencakup pengalaman masyarakat tentang produk dan layanan bank, peran bank di keluarga, masyarakat dan Negara. Merupakan ekspresi, pengalaman maupun persepsi masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan antara lain: Tabungan,Kartu Kredit, ATM, Customer Service, Kredit Tanpa Anggunan dan Produk Perbankan (Bank Umum, Bank Syariah, Bank BPR)

Kategori:

1. Lomba Cerpen

2. Lomba Komik/Kartun

3. Lomba Film Pendek

Ketentuan lomba sekurangnya mencakup batasan bank yang diperluas ke bank umum, syariah, BPR/S

KATEGORI PESERTA

  • Pelajar Sekolah menengah Atas di seluruh Indonesia,dan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri/ swasta di seluruh indonesia dari segala jurusan dan disiplin ilmu / berusia 16 – 25 tahun (kode: PPM)
  • Guru/ Dosen/Wartawan media nasional atau daerah yang meliputi bidang ekonomi, keuangan, perbankan dan hukum (kode: PDW)
  • Masyarakat Umum (kode: PMU)

Merupakan ekspresi, pengalaman maupun persepsi masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan antara lain: Tabungan,Kartu Kredit, ATM, Customer Service, Kredit Tanpa Anggunan dan Produk Perbankan (Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat)

Kriteria Penilaian

Isi yang dapat memberikan nilai tambah bagi industri perbankan :

  • Kesesuaian materi dengan tema “Aku dan Bank”
  • Kreatifitas Cara Penyajian
  • Unik
  • Mengandung usul/solusi
  • Tidak memuat nama bank dan tidak mengandung unsur SARA & pornografi

Catatan : Semua materi yang diterima panitia menjadi hak milik Pokja Edukasi Masyarakat tentang perbankan, dan Pokja dapat menggunakan materi tsb untuk kepentingan apapun yang berkaitan untuk edukasi masyarakat.

Ketentuan Lomba Cerita Pendek

  • Pelajar/Mahasiswa Tiga halaman, 1.5 spasi, Font: Times new roman 12, kertas A4
  • Umum Empat halaman, 1.5 spasi, Font: Times new roman 12, kertas A4
  • Guru/Dosen, wartawan/jurnalis Lima halaman, 1.5 spasi, Font: Times new roman 12, kertas A4

Ketentuan Lomba Komik/Kartun

  • Kategori Ketentuan lomba Komik/Kartun
  • Pelajar/Mahasiswa Maks 8 frame gambar tangan di kertas gambar A3 Alat gambar bebas B/W atau colour
  • Umum Dosen/Guru/Wartawan/jurnalis Maks 12 frame gambar tangan di kertas gambar A3 Alat gambar bebas B/W atau colour

Ketentuan Lomba Film Pendek/Video Singkat

Semua kategori Dikirim dalam bentuk VCD atau DVD Durasi 3-5 Menit

PESERTA WAJIB :

  • Mengirimkan materi lomba dalam bentuk hard copy atau soft copy kepada panitia dalam amplop tertutup dengan diberikan kode kategori peserta di pojok kiri atas.
  • Mencantumkan nama, no telp/HP, alamat surat dan kode peserta pada masing-masing item
  • Melampirkan fotocopy tanda pengenal diri (KTP, Kartu Pelajar, Kartu Mahasiswa, atau Kartu Wartawan)

Batas waktu penerimaan lomba selambat – lambatnya
31 Agustus 2009 stempel pos dan dikirim ke

PO Box 1246 JKS 12012

TABEL HADIAH

KATEGORI PESERTAKARYA TULIS/CERPENKARTUN/ KOMIKVIDEO/FILM PENDEKTOTAL
1PELAJAR/MAHASISWA15,000,00015,000,00021,000,00051,000,000
Juara 16,000,0006,000,0008,000,000
Juara 25,000,0005,000,0007,000,000
Juara 34,000,0004,000,0006,000,000
2GURU/DOSEN/ WARTAWAN/JURNALIS15,000,00015,000,00021,000,00051,000,000
Juara 16,000,0006,000,0008,000,000
Juara 25,000,0005,000,0007,000,000
Juara 34,000,0004,000,0006,000,000
3UMUM
(di luar kategori diatas)
15,000,00015,000,00021,000,00051,000,000
Juara 16,000,0006,000,0008,000,000
Juara 25,000,0005,000,0007,000,000
Juara 34,000,0004,000,0006,000,000

Finalis akan diumumkan melalui surat dan website Bank Indonesia (www.bi.go.id) serta dihttp://kontessuarakonsumen.blogspot.com
pada tanggal 15 September 2009

READ MORE - Kontes Suara Konsumen Bank 2009